Skip to Content
Loading...
Nur Imamah
Nur Imamah
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Lemari Etalase Kaca Multi Sekat Sebagai Solusi Estetis dan Efisien untuk Penataan Ruang Praktik Jurusan Listrik



Ruang praktik pada jurusan kelistrikan merupakan jantung dari proses pembelajaran vokasi. Di sinilah siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga menerjemahkan pengetahuan menjadi keterampilan nyata. Namun, keberhasilan praktik tak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat atau keahlian guru, melainkan juga oleh aspek sederhana yang kerap luput dari perhatian: kerapian dan efisiensi ruang. Di banyak sekolah kejuruan, terutama di jurusan listrik, ruang praktik sering kali menghadapi tantangan serius terkait penataan alat dan bahan. Dengan ruang yang terbatas, banyaknya jenis komponen listrik, serta keterampilan teknisi yang belum optimal dalam manajemen alat, proses pembelajaran bisa terganggu.

Masalah-masalah ini bukan sekadar kendala teknis, tetapi berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Ruang sempit membuat penempatan alat menjadi semrawut. Akibatnya, siswa kesulitan mencari komponen yang dibutuhkan, teknisi kewalahan dalam pengawasan, dan guru harus menghabiskan waktu hanya untuk memastikan ruangan kembali tertata setelah kegiatan. Selain itu, banyaknya variasi komponen listrik—mulai dari kabel, sekring, terminal, hingga alat ukur dan konektor—membutuhkan sistem penyimpanan yang fleksibel namun terorganisir. Sayangnya, dalam banyak kasus, keterampilan teknisi dalam menata ruang belum disertai pelatihan yang memadai, sehingga barang sering diletakkan sembarangan tanpa sistem pengelompokan yang jelas.

Situasi ini menuntut sebuah solusi inovatif yang bukan hanya fungsional, tetapi juga mudah diimplementasikan dan berkelanjutan. Salah satu terobosan yang telah terbukti memberikan dampak signifikan adalah penggunaan lemari etalase kaca multi sekat. Lemari ini dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan penataan ruang praktik jurusan listrik yang kompleks namun terbatas.

Lemari etalase kaca multi sekat memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya unggul sebagai solusi penyimpanan. Material kaca dipilih karena sifatnya yang transparan, memungkinkan siapa pun melihat isi lemari tanpa harus membukanya satu per satu. Ini sangat membantu dalam proses pencarian alat secara cepat. Selain itu, kaca mudah dibersihkan dan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap debu dan kelembapan, dua musuh utama di ruang praktik kelistrikan.

Setiap lemari didesain dengan banyak sekat berukuran bervariasi, disesuaikan dengan bentuk dan ukuran komponen yang akan disimpan. Misalnya, sekat besar untuk menyimpan multimeter atau power supply, dan sekat kecil untuk sekring, mur, dan konektor. Yang tak kalah penting, setiap sekat dilengkapi dengan label yang jelas, menggunakan sistem kode warna atau nama alat. Ini tidak hanya memudahkan identifikasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi tak langsung bagi siswa dalam mengenali nama dan fungsi setiap komponen.

Proses implementasi lemari etalase kaca multi sekat dimulai dengan perencanaan yang matang. Tim guru dan teknisi melakukan pemetaan ruang praktik dan inventaris alat. Dari data ini, desain lemari disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Sekat-sekat dirancang fleksibel agar dapat diganti ukurannya bila nanti jenis alat bertambah. Setelah desain selesai, pembuatan dilakukan dengan melibatkan bengkel kerja sekolah atau vendor terpercaya.

Tahap berikutnya adalah pelabelan. Ini menjadi bagian penting karena fungsinya bukan hanya sebagai penanda, tetapi juga sebagai instrumen inventarisasi. Label dibuat tahan air dan mudah dibaca. Kemudian dilakukan sosialisasi kepada teknisi dan siswa. Mereka dilatih untuk meletakkan kembali barang di tempat semula setelah digunakan. Kedisiplinan ini dijaga melalui pengawasan rutin dan evaluasi mingguan.

Setelah beberapa bulan penggunaan, hasil yang terlihat sangat menggembirakan. Barang-barang yang sebelumnya berserakan kini tertata rapi dan terorganisir. Waktu pencarian alat oleh siswa berkurang drastis, yang semula bisa menghabiskan 10–15 menit kini cukup dengan beberapa detik karena semua komponen sudah terlihat jelas. Guru pun merasakan peningkatan efisiensi dalam kegiatan praktik. Tak ada lagi waktu terbuang untuk membenahi meja kerja atau mencari alat yang hilang.

Lemari ini juga berdampak positif terhadap pengawasan dan inventarisasi. Karena semua alat berada dalam posisi yang terlihat, guru dan teknisi bisa segera mengetahui jika ada alat yang rusak atau hilang. Proses pelaporan kerusakan pun menjadi lebih cepat, sehingga tidak mengganggu keberlangsungan praktik. Tak kalah penting, estetika ruang praktik meningkat. Ruangan yang rapi, terang, dan tertata dengan baik menciptakan atmosfer kerja yang lebih profesional dan menyenangkan. Ini berdampak positif pada semangat belajar siswa.

Lebih dari sekadar tempat penyimpanan, lemari etalase kaca multi sekat menjadi simbol transformasi manajemen ruang praktik. Ia mencerminkan kedisiplinan, efisiensi, dan profesionalisme yang ingin ditanamkan kepada siswa sejak dini. Karena di dunia kerja kelistrikan yang sesungguhnya, kerapian dan efisiensi adalah dua kualitas yang sangat dihargai.

Dari keberhasilan ini, dapat disimpulkan bahwa lemari etalase kaca multi sekat adalah solusi yang praktis, efektif, dan mudah direplikasi untuk menjawab tantangan penataan ruang praktik jurusan listrik. Namun, keberhasilan ini hanya bisa dicapai jika ada dukungan dari berbagai pihak. Sekolah perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan lemari dan pelatihan teknisi. Guru-guru harus aktif mengawasi dan menanamkan budaya kerja rapi kepada siswa. Sementara itu, kolaborasi dengan jurusan lain atau unit produksi sekolah dapat dilakukan untuk memproduksi lemari sejenis dengan modifikasi sesuai kebutuhan masing-masing jurusan.

Ke depan, pendekatan ini bisa diperluas. Jurusan lain seperti TKR, TKJ, atau perhotelan yang juga memiliki alat dan bahan praktik dalam jumlah banyak bisa mengadopsi sistem lemari multi sekat sesuai karakteristik mereka. Bahkan, dengan sedikit modifikasi, sistem ini juga dapat diterapkan di ruang guru atau perpustakaan sekolah sebagai bentuk efisiensi manajemen ruang secara keseluruhan.

Dalam dunia pendidikan vokasi, perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil. Lemari etalase mungkin tampak sederhana, tetapi dampaknya luar biasa jika diterapkan secara konsisten. Maka, mari kita dorong setiap sekolah untuk tidak hanya berinovasi dalam hal kurikulum dan teknologi, tetapi juga dalam hal manajemen ruang dan alat. Karena ruang yang tertata rapi adalah cermin dari proses pembelajaran yang terorganisir dan berkualitas. Dengan demikian, kita tidak hanya mencetak lulusan yang terampil secara teknis, tetapi juga disiplin, sistematis, dan siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Penulis : Joko Mulyono, S.Pd,  Guru Listrik SMK Muhammadiyah 2 Cepu

Share

Related Posts

Post a Comment

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?